‘Rumah Berdaya’ Hapus Stigma Negatif Terhadap ODGJ


Denpasar, 25 April 2019

Gangguan jiwa masih menjadi stigma negatif bagi masyarakat Indonesia. Menepis hal ini, Rumah Berdaya hadir untuk memberdayakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dengan nilai seni. Terobosan ini dinilai positif oleh Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek saat mengunjungi Rumah Berdaya di Denpasar (24/4)

 “Rumah Berdaya ini adalah solusi. Menurut saya ini terobosan luar biasa. Saya baru melihat mereka (Rumah Berdaya) mempunyai perhatian lebih. Bagaimana para gangguan jiwa itu diberdayakan hingga akhirnya bisa kembali kepada keluarga,” ungkap Nila.

Untuk menumbuhkan kepercayaan diri kembali, kata Nila, orang-orang yang mengalami depresi maupun frustasi dapat masuk ke Rumah Berdaya dengan sebagai solusi jalan keluar, karena mereka akan disibukkan dengan berbagai kegiatan positif.

Menkes Nila berharap agar daerah lain dapat meniru terobosan positif ini, sehingga stigma negatif masyarakat kepada ODGJ mulai bergeser.

“Saya kira ini salah satu contoh dan saya harapkan bisa bergulir terus, serta dilakukan daerah lain. Mengobati orang sakit jiwa itu tak sebentar, cukup lama. Kita harus adil untuk semua,” kata Nila.

Kegiatan di Rumah Berdaya fokus pada pengembangan diri yang terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok sosialisasi dan kelompok bekerja.

Salah satu founder Rumah Berdaya, I Gusti Rai Wiguna menjelaskan, kelompok sosialisasi atau disebut juga dengan remediasi kognitif ditujukan untuk mengembalikan kognisi mereka. Kegiatan yang dilakukan sangat simpel, seperti bermain kartu, catur, berbincang, menyanyi, dan lainnya.

Sementara kelompok bekerja diarahkan untuk merintis wirausaha sosial, seperti usaha cuci motor, cuci sepatu, jual-beli baju, sablon, dan pekerjaan apapun yang dapat mereka lakukan.

Selanjutnya, Rai menjelaskan, Rumah Berdaya hadir karena adanya rasa empati terhadap keluhan teman-teman yang mengalami gangguan jiwa, yang tidak dapat melakukan berbagai kegiatan.

“Daripada kita mengeluh, terus kita kumpul deh! Terus makin banyak orang. Kemudian kita lebih kenal banyak orang lagi, mulai dari seniman, komunitas seni, komunitas lainnya, sampai akhirnya kita berkegiatan,” ujar Rai.

Dengan harapan, seiring berkembangnya Rumah Berdaya, semakin banyak masyarakat Indonesia yang mengetahui bahwa ODGJ dapat diobati, sehingga tidak ada lagi stigma negatif yang membayangi para ODGJ. (NM)

KEMENKES QUOTES

Latest Videos

Latest News

Program

Photo Flickr