Oscar Primadi: Revolusi Industri 4.0, Peluang atau Ancaman?


Jakarta - Memasuki era industri 4.0, pemerintah Indonesia gencar membangkitkan sumber daya manusia untuk dapat menghadapi situasi ini. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah semua aspek gaya hidup masyarakat Indonesia. Teknologi sudah menjadi sebuah keniscayaan merubah tantangan yang dihadapi oleh generasi terdahulu, sehingga membuat manusia ingin melakukan segala hal dengan mudah dan instan tanpa adanya aturan. 

“Ini terjadi saudara-saudara sekalian! Tinggal kita bertanya sekarang apakah revolusi industri 4.0 ini peluang atau ancaman? dimana kemajuan teknologi yang merupakan penggerak daripada revolusi industri 4.0 ini, diwakili oleh keberadaan teknologi informasi”, demikian kata Sekretaris Jenderal Kemenkes, Oscar Primadi, saat kegiatan koordinasi reformasi birokrasi dan penguatan Agent of Change di lingkungan Setjen Kemenkes (3/12).

Hal ini menjadi tanggung jawab pemerintah untuk dapat menyesuaikan dan beradaptasi di masa transisi dalam menerjemahkan era disrupsi ini. Maka dari itu pemerintah harus melakukan berbagai upaya yang lebih konkret, efisien dan sistematis agar tidak terjebak di paradigma yang salah.

Sementara itu, pemerintah membutuhkan orang-orang yang mampu untuk menyikapi hal ini, sebab persoalan perubahan industri 4.0 bukan hanya persoalan kemajuan IT, melainkan juga perubahan budaya, sosial dan karakter.

Dalam hal ini, Kementerian Kesehatan membutuhkan keahlian dan kemampuan sebagai kekuatan dalam melaksanakan upaya pembangunan kesehatan di perubahan yang terus menerus terjadi.

Mengusung tema “Impossible To Do, Millenial Agent of Change Must do”, Kementerian Kesehatan mengadakan acara ini sebagai upaya untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu mengantisipasi segala perubahan yang terjadi dengan reformasi birokrasi, yaitu mengubah pola kerja yang berbeda dengan mengembangkan inovasi yang akan diimplementasikan dengan baik. (NM)

KEMENKES QUOTES

Latest Videos

Latest News

Program

Photo Flickr